Laman

JAMU SESAK NAFAS, ASMA SEMBUH PERMANEN

Kabar gembira, Bagi anda atau saudara/teman anda yang menderita sesak napas,asma, karena merokok atau sebab lain, kini tersedia obatnya, InsyaAllah sembuh, 90 % pasien kami sembuh total, minimal bebas kertegantungan obat. Bagi anda yang ingin mencoba (sample gratis), SMS nama dan alamat , kirim ke 081392593617. Klik Disni

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 28 Januari 2012

Wonosobo : Penangguhan UMK 6 Perusahaan Disetujui

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya mengabulkan permohonan penangguhan pelaksanaan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2012 untuk enam  perusahaan di Jawa Tengah. Lama penangguhan pelaksanaan UMK bervariasi, mulai dari satu bulan, tiga bulan, hingga enam bulan.

Keenam perusahaan tersebut berada di Kabupaten Semarang (dua perusahaan garmen), di Kabupaten Klaten (perusahaan perkebunan), Kabupaten Kebumen (perusahan perkayuan dan perusahaan industri plastik), dan Kabupaten Pekalongan (perusahaan tekstil).

"Kebijkan penangguhan UMK ini hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja di bawah satu tahun, sebagai upah bulanan terendah untuk pekerjaan terendah di perusahaan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jawa Tengah Petrus Edison Ambarura, Jumat (27/1/2012) di Semarang.

Sebenarnya, menurut Ambarura, ada 14 perusahaan yang mengajukan permohonan penangguhan UMK, tetapi yang disetujui gubernur hanya enam perusahaan. Itu pun, dalam persetujuan tersebut, lama penangguhan bervariasi.

Soal lama penangguhan, hal itu tergantung kemampuan finansial dan kondisi yang dihadapi perusahaan masing-masing, serta tergantung hasil verifikasi dewan pengupahan di perusahaan tersebut.

Pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih dari satu tahun yang ditolak permohonan penangguhannya menjadi tugas dari serikat pekerja/buruh di perusahaan; dengan melakukan perundingan dengan pihak manajemen untuk membuat sistem pengupahan bagi anggota mereka yang masa kerja satu tahun dan lebih.

"Apabila serikat pekerja tidak mampu bernegosiasi, dapat meminta bantuan dinas yang membidangi ketenagakerjaan setempat untuk membantu menyusun sistem pengupahan yang dimaksud," tutur Ambarura.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Pendidikan Kebumen : Unwahas Bagi Laptop SMK

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SEMARANG- Untuk mendukung hasil buatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sekaligus melakukan pengabdian masyarakat, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) memberikan ratusan laptop dan puluhan LCD kepada sekolah yang mendapat pendampingan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Laptop dan LCD yang dibagikan kepada 84 SMK dari wilayah Jateng dan dua SMK Jabar itu, merupakan buatan SMKN 1 Kebumen dan SMKN 1 Cikarang.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unwahas Tholkhatul Khoir mengatakan, itu merupakan bantuan program peningkatan profesionalisme tenaga pengajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Sebelumnya, sekolah yang menerima bantuan tersebut mendapat pendampingan selama lima bulan dari universitas.

”Program pendampingan dilatarbelakangi untuk mengatasi kekurangan guru di SMK yang tidak sesuai dengan ilmu dan keahlian. Selain itu, juga untuk melaksanakan program Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud,” ungkapnya seusai penyerahan bantuan kepada masing-masing SMK di Aula Kampus Unwahas, Sampangan, Kamis (26/1).

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Warta Kebumen : Pemburu Belut Tradisional Masih Bertahan

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KEBUMEN - Saat sebagian besar pemburu belut beralih memakai alat setrum, San Mihrodin (60) tetap bertahan menggunakan alat tradisional. Meski begitu, dengan keahlian yang ia miliki warga Desa Pagutan, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, itu tidak kalah dengan mereka yang menggunakan setruman.
Dalam melaksanakan pekerjaannya, dia menggunakan perangkap belut yang disebut telik. Perangkap belut ini terbuat dari anyaman bambu. Dengan panjang 1 meter dan diameter 10 cm, alat ini sepintas memiliki bentuk mirip belut yakni dengan bagian kepala dan ekor. Di ujung bagian ekor dibuat pintu masuk berbentuk kerucut dengan bagian lancip masuk ke dalam.
"Tujuannya agar belut yang sudah masuk tidak bisa keluar lagi," ujar Mihrodin saat ditemui Suara Merdeka di sela-sela kesibukannya berburu belut, Jumat (27/1).
Warga RT 03 RW 05 Desa Pagutan yang sejak kecil berburu belut itu mengaku membuat sendiri alat-alat tersebut. Ketrampilan itu diwariskan oleh kakeknya San Marwi almarhum. Tidak semua orang bisa membuat telik, butuh ketlatenan dan ketelitian.
Setiap hari, bapak empat anak itu berangkat dari rumah pada waktu sore saat pekerjaan di sawah selesai. "Berburu belut itu pekerjaan musiman. Yakni saat musim tanam padi seperti ini. Karena jumlah air di sawah melimpah dan itu disukai belut," ujarnya seraya menyebutkan, selain berburu di wilayah Adimulyo, dia juga sampai ke Petanahan bahkan sampai Puring.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Berita Kebumen : Terlilit Utang, Nelayan Nekat Melaut

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KEBUMEN - Kendati cuaca di lautan cukup ekstrim, sebagian nelayan di Pantai Pasir, Kecamatan Ayah, Kebumen, banyak yang nekat melaut. Mereka yang bertaruh nyawa di lautan rata-rata karena memiliki tanggungan utang kepada para tengkulak.
Dari pengakuan para nelayan, utang mereka kepada juragan ternyata sangat banyak. Jika ditotal jumlah pinjaman para nelayan di Pantai Pasir bisa mencapai miliaran rupiah. Satu nelayan ada yang memiliki utang kepada juragan sebesar Rp 40 juta. Padahal, di pantai tersebut terdapat ratusan nelayan yang terlilit utang.
Sarmo (40) salah satu nelayan mengatakan, uang sebesar itu merupakan utang untuk membeli perahu, mesin motor tempel, maupun jaring untuk menangkap ikan. Konsekuensi dari modal yang diberikan kepada para nelayan, hasil tangkapan ikan yang diperoleh harus dijual kepada para tengkulak yang memberinya modal itu.
Karena merasa berhutang budi, nelayan pun tak kuasa menolaknya. Celakanya, hasil bertaruh nyawa di tengah samudera itu dihargai lebih rendah rata-rata 5% dari harga pasaran. Jika harga ikan pasaran Rp 100.000/kg para nelayan biasanya melepas hasil tangkapan itu Rp 80.000/kg.
Sementara itu, karena pendapatan harian nelayan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para nelayan pun kesulitan untuk melunasi utang. Belum lagi, sebagian nelayan terlanjur tidak bisa keluar dari jeratan utang karena saking banyaknya jumlah utang yang mereka kumpulkan. Banyak kasus, sampai perahu mereka rusak, utang nelayan kepada juragan belum terlunasi.
"Kalau pun perahu ini saya jual, sepertinya tidak cukup untuk melunasi utang," ujar Sarmo kepada Suara Merdeka, Jumat
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Kabar Kebumen : 2 Jenazah TKI Kakak-Beradik Tiba di Kampung Halaman

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kebumen: Dua jenazah tenaga kerja Indonesia yang meninggal di Malaysia tiba di kampung halaman. Jenazah kakak-beradik Suparmanto dan Kuatman, tiba di Desa Adimulyo, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, Jawa Tengah, Sabut (28/1) pagi. Ibu kedua korban tak kuasa menahan kesedihannya hingga berteriak histeris.

Keduanya ditemukan tewas di tempat kerja mereka di Malaysia. Kuatman yang masih berusia 18 tahun ditemukan tewas di kamarnya sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Sementara kakaknya Suparmanto, 20 tahun, ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon pukul 04.00 waktu Malaysia.

Keduanya ditemukan tewas pada 18 Januari lalu. Penyebab kematian keduanya hingga kini masih simpang siur. Kakak-beradik itu diduga tewas bunuh diri. Namun, keluarga tidak yakin dengan alasan itu.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Kamis, 26 Januari 2012

Kabar Kebumen : Angin Bergemuruh, Siswa SD Berhamburan

Kebumen: Angin kencang membuat siswa yang tengah belajar di SDN III Seboro, Kebumen, Jawa Tengah, ketakutan. Mereka pun berhamburan keluar. Pihak sekolah lalu memulangkan para siswa lebih awal, Kamis (26/1).

Sebelumnya, para siswa belajar di tenda darurat. Sebab, ruang belajar di bangunan sekolah terancam ambruk. Begitu angin kencang bergemuruh, para siswa ketakutan. Mereka berlarian lantaran khawatir tertimpa tenda bila ambruk.

Angin kencang berlangsung hampir 15 menit. Pengajar lalu memulangkan para siswa untuk mengantisipasi badai siklon susulan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Rabu, 25 Januari 2012

Kabar Kebumen : Siswa SD di Kebumen Pulang Cepat Akibat Angin Kencang

Kebumen: Angin kencang membuat siswa SD Negeri 3 Seboro, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, lari berhamburan keluar. Karena ketakutan akibatnya siswa dipulangkan sebelum waktu belajar selesai.

Ruang kelas yang terancam ambruk sejak awal Januari lalu memaksa siswa SD Negeri 3 Seboro belajar di tenda darurat. Mereka terpaksa belajar satu ruang untuk dua kelas, karena tidak adanya tempat lain.

Aktivitas belajar menjadi terganggu saat angin kencang datang. Bahkan tidak sedikit siswa lari berhamburan, karena takut tenda yang dijadikan tempat belajar ambruk. Dalam peristiwa angin kencang kali ini, siswa akhirnya dipulangkan lebih cepat dari waktunya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Wisata Kebumen : Wisatawan Keluhkan Tiket Masuk Obyek Wisata

banyumasnews.com
KEBUMEN - Wisatawan yang berkunjung ke sejumlah obyek wisata pantai di pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mengeluhkan tarif yang tidak sepadan dengan fasilitas yang mereka dapatkan.

Mereka berharap pemerintah kabupaten setempat meningkatkan pelayanan wisata, yang membuat para wisatawan betah mengunjungi obyek-obyek wisata tersebut.

Wisnu (29), wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, yang datang bersama tiga temannya, saat masa liburan akhir pekan lalu mengaku kecewa dengan kenaikan tiket masuk di sejumlah obyek wisata pantai.

"Tiketnya naik. Awal tahun kemarin, saya juga ke Pantai Ayah tapi tiketnya masih Rp 2.500. Sekarang sudah naik jadi Rp 5.000," kata Wisnu.

Pemkab Kebumen pada 2011 memang telah menaikkan retribusi seluruh tiket masuk obyek wisata. Seperti retribusi masuk Goa Jatijajar dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per orang. Gua Petruk naik dari Rp 3.000 menjadi Rp 6.500 per orang, Pantai Karangbolong dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000, sedangkan Pantai Logending naik dari Rp 2.500 menjadi Rp 5.000 per orang.

Kepala Seksi Promosi dan Pameran pada Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kebumen Nasrudin, Rabu (25/1/2012), mengatakan, sarana pendukung dan infrastruktur penunjang di obyek wisata Kebumen saat ini masih memprihatinkan. Hal ini banyak dikeluhkan masyarakat, terutama dari biro perjalanan wisata.

Dia menambahkan, pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata pada 2012 ditargetkan mencapai Rp 3,4 miliar, melonjak dari tahun sebelumnya Rp 1,492 miliar. Hal ini yang mendorong kenaikan tarif retribusi.

Bupati Kebumen, Buyar Winarso, menyadari pariwisata Kebumen tidak bisa hanya dikelola pemerintah. Pengelolaan harus bersinergi dengan swasta dan juga masyarakat setempat.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Kabar Kebumen : Pembangunan PPI Logending Dilanjutkan

KEBUMEN - Pemkab Kebumen dengan dana tugas pembantuan tahun 2012 sebesar Rp 23 miliar, siap melanjutkan pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Logending  di Kecamatan Ayah. Dana sebesar itu antara lain untuk membangun pemecah gelombang, penahan sedimen serta pengerukan alur sungai.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kebumen, Hj Suhartilah Jumaryanti mengungkapkan hal itu kepada KR di ruang kerjanya, Selasa (24/1). Menurutnya, saat ini tinggal menunggu proses lelang karena studi kelayakan atau feasibility study (FS), rincian perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) serta Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan  sudah rampung.
"Pemkab Kebumen juga sudah koordinasi dengan Pemkab Cilacap karena PPI Logending berada di perbatasan Kebumen dan Cilacap. Apalagi dalam pembangunan pemecah gelombang, sebagian ada di wilayah Cilacap," jelas Suhartilah yang juga melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.
Pembangunan PPI Logending yang dilakukan secara bertahap, diharapkan sudah bisa berfungsi maksimal dalam 3 tahun ke depan. "Nantinya, PPI Logending bisa dilabuhi kapal berbobot hingga 20 gross ton," ujarnya.
Gagasan membangun PPI Logending dilatarbelakangi masih rendahnya pemanfaatan potensi lestari perikanan Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah oleh nelayan Kabupaten Kebumen. Jika PPI tersebut terealisasi, nelayan diharapkan melakukan alih teknologi alat tangkap, dari semula dengan perahu bermesin kecil, berganti menggunakan perahu berbobot 5 gross ton (GT) ke atas. Dengan begitu, hasil tangkapan akan semakin banyak.
Modernisasi alat tangkap sudah dilakukan Pemkab Kebumen dengan meluncurkan bantuan kapal berbobot 5 GT dari anggaran APBD tahun 2011. Di tahun 2012, bakal ditambah 2 kapal yang juga berbobot 5 GT. "Dalam waktu dekat, nelayan Kebumen juga akan menerima bantuan 3 kapal berbobot 30 GT dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Karena belum bisa berlabuh di Kebumen, kapal akan berlabuh di Cilacap," pungkas Suhartilah.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Selasa, 24 Januari 2012

Berita Kebumen : Pengusaha Tionghoa Bagikan 600 Paket Sembako

KEBUMEN - Tahun baru Imlek diyakini oleh warga keturunan Tionghoa merupakan momentum yang tepat untuk berbagi kepada sesama terutama mereka yang kurang beruntung. Sebab, perayaan Imlek tidak hanya terkait dengan hubungan manusia dengan Tuhan, melainkan hubungan manusia dengan sesama manusia.
Salah satunya dilakukan oleh salah satu pengusaha keturunan Tionghoa Sugeng Budiawan yang menyambut hari raya (Sin Cia) dengan menggelar bakti sosial. Bos Muncul Group tersebut membagi-bagikan sebanyak 600 paket sembako di rumahnya di Jalan Kemakmuran No 99 Karanganyar, Kebumen, Selasa (24/1).
Tentu saja, pembagian sembako itu disambut antusias oleh warga sekitar. Pembagian paket sembako dimulai pukul 11.00-14.00 WIB. Dengan tertib mereka antri untuk mendapatkan bingkisan sembako secara cuma-cuma itu. Sebelumnya, calon penerima mulai  dari tukang becak, tukang ojek dan warga kurang mampu di Karanganyar telah menerima kupon yang kemudian ditukarkan dengan paket sembako.
Bakti sosial, kata Sugeng Budiawan, rutin digelar setiap tahun. Hal itu sebagai perwujudkan ucapan terima kasih kepada Tuhan atas berkat yang diterima selama setahun. Sekaligus untuk berbagi kebahagiaan kepada orang lain pada hari yang baik itu. "Saya optimistis, tahun ini semua kondisi akan lebih baik dari tahun sebelumnya," ujar Sugeng.
Sementara itu, secara umum perayaan tahun baru Imlek 2563 di Kebumen cukup lancar. Menjelang malam pergantian tahun, warga keturunan Tionghoa menggelar sembahyang sambut tahun baru di kelenteng Kong Hwie Kiong. Sejumlah tokoh Tionghoa hadir seperti Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kebumen Handoko Tan.

Usai sembahyang, mereka saling memberikan ucapan selamat tahun baru. Suasana semakin meriah saat dilakukan tradisi bagi bagi angpao. Adapun untuk perayaan Imlek bersama akan digelar di halaman kelenteng Kong Hwie Kiong pada 4 Februari mendatang.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Kabar Kebumen : Karanggayam-Sempor Terancam Putus

KEBUMEN  - Jalan  yang menghubungkan Kecamatan Karanggayam dengan Kecamatan Sempor rusak berat dengan kondisi aspal mengelupas, ambles dan longsor. Bahkan di Desa Glontor, Kecamatan Karanggayam, sebuah jembatan putus bersama longsornya jurang sungai. Kondisi jalan rusak menurut sejumlah warga, terjadi cukup lama.

"Sekitar satu tahun jalan ini dibiarkan rusak. Kerusakannya semakin parah sejak memasuki musim hujan," ujar Jalim (65) warga Glontor yang ditemui KR saat melintas di jembatan yang putus, belum lama ini.
Menurut Jalim, putusnya jembatan terjadi 2 bulan yang lalu. Agar tetap bisa dilalui, warga membuat jembatan darurat dengan batang pohon kelapa. Warga  berharap jalan rusak secepatnya diperbaiki karena transportasi menjadi terganggu.
"Jangankan mobil, dengan sepeda motor saja sangat repot. Padahal jalan ini, satu-satunya jalan yang menghubungkan sejumlah desa yang ada di bagian utara Kecamatan Sempor dan Karanggayam," ungkapnya.
Jalan rusak parah terjadi di Desa Glontor di Desa Binangun Kecamatan Karanggayam. Di sejumlah titik, terjadi longsor yang hingga lebar jalan tinggal setengahnya. Mobil yang melintas harus dipandu agar tidak terperosok ke jurang. Selain itu, terjadi jalan ambles yang cukup dalam sehingga membuat jalan sangat sulit dilalui.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kebumen, H Dwiyono Waluyo ST MT, yang dikonfirmasi mengaku sudah mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). "Kami berharap tahun ini dananya bisa turun," ujarnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Kebumen : Kelenteng Kong Hwie Kiong Pemersatu Warga Tionghoa

BERDIRI KOKOH: Bangunan kelenteng Kong Hwie Kiong di Jalan Pramuka No 41 Kebumen yang pertama kali dibangun tahun 1898 masih berdiri kokoh. (suaramerdeka.com/ Supriyanto)
KEBUMEN - Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, kelenteng bukan sekadar tempat sembahyang para penganut Tri Dharma yakni Budha, Konghucu, dan Taoisme. Kelenteng mempunyai fungsi sosial, yakni sebagai pemersatu dan mempererat persaudaraan antara warga Tionghoa.
Salah satu fungsi sosial itu terlihat di kelenteng Kong Hwie Kiong. Selain menjadi tempat ibadah, kelenteng yang berada di Jalan Pramuka nomor 41 Kebumen itu juga menjadi tempat berkumpul warga keturunan Tionghoa. Apalagi dalam rangkaian perayaan Imlek, intensitas warga berkumpul di tempat ini meningkat.
Terletak di tengah kota Kebumen, kelenteng Kong Hwie Kiong dibangun pertama kali oleh Liem Kik Gwan seorang letnan keturunan Tionghoa pada tahun 1898.
Liem Kik Gwan merupakan seorang petugas pengumpul pajak (Kong Sin) bagi orang-orang Tionghoa untuk diserahkan kepada Belanda. Kelenteng dibangun sebagai tempat ibadah warga keturunan Tionghoa yang saat itu jumlahnya sudah cukup banyak.
Menurut tokoh Tionghoa Kebumen, R Sutanto Kolopaking atau Tan Cing Hok, kelenteng yang berdiri di sisi timur Sungai Luk Ulo itu mengalami kerusakan berat akibat perang. Saat perang kemerdekaan itu, bangunan kelenteng runtuh. Bahkan sejumlah bagian hancur, kecuali beberapa tembok yang masih bertahan hingga sekarang. Sebab kala dalam agresi Belanda I sekitar tahun 1946, warga Tionghoa meninggalkan Kebumen untuk mengungsi ke Yogyakarta.
Sampai tahun 1950, sebagian warga Tionghoa pulang kembali ke Kebumen. Akan tetapi karena berbagai hal, baru pada tahun 1969, kelenteng dipugar kembali. Bangunan tahun 1969 itulah yang masih kokoh berdiri hingga saat ini.
"Adapun bangunan asli yang masih tersisa hanya tembok sisi kanan, kiri dan bagian belakang," ujar Tan Cing Hok kepada Suara Merdeka, Selasa (24/1).
Kelenteng yang sudah berumur 114 tahun sejak dibangun pertama kali ini terdapat 15 altar dan 25 patung dewa-dewi (rupang). Adapun dewa yang menjadi tuan rumah di keleteng itu adalah Thian Shang Senmu atau Dewi Samudera. Selain itu, banyak pula yang memuja dewa Hok Tek Ceng Sin.
Sebagai kaum minoritas, tak dapat dipungkiri banyak hal yang harus dihadapi oleh warga keturunan Tionghoa dalam lintasan sejarah. Terlebih pada saat era orde baru yang sekian lama berkuasa, begitu ketat dalam membatasi aktivitas warga keturunan Tionghoa. Sejumlah perayaan pun tak dapat bebas dilakukan seperti saat ini.
Bersyukur, sekarang semua sudah terbuka. Bahkan perayaan Imlek pun ditetapkan oleh pemerintah RI sebagai hari besar nasional. Budaya Tionghoa pun sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Kabar Kebumen : TKI Kakak-beradik Tewas Gantung Diri di Malaysia

Kebumen : Dua orang tenaga kerja Indonesia asal Desa Adimulyo, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tewas di Malaysia. Keduanya TKI kakak-beradik itu ditemukan tewas gantung diri di mes tempat kerjanya.

Sontak kabar kematian Suparmanto (20) dan Kuwatman (23) itu membuat keluarga tak percaya. Sudarti, ibu korban, menjelaskan, sejauh ini tidak ada masalah terhadap kedua anaknya itu, baik di keluarga maupun di tempat kerja. Karena itu Sudarti tidak yakin kedua anaknya bunuh diri.

Suparmanto dan Kuwatman sudah dua tahun bekerja di sebuah perusahaan kayu lapis di Malaysia. Kematian Suparmanto dan Kuwatman dikabarkan rekan kerja keduanya di Malaysia. Suparmanto ditemukan tewas bunuh diri di ruangan dengan seutas kabel, Rabu (18/1) pukul 21.30 waktu setempat. Tak jauh dari lokasi itu, jenazah Kuwatman ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon dengan sobekan kain pukul 04.00 waktu setempat.

Rencananya, keluarga akan menuntut perusahaan yang mengirim kedua TKI itu. Keluarga juga akan meminta Kepolisian Diraja Malaysia untuk melakukan otopsi pada kedua korban. Keluarga korban berharap kedua jenazah segera dipulangkan ke Tanah Air untuk segera dikebumikan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Warta Kebumen : Petani Biarkan Sawahnya Tergenang

Kompas/GRE
Sawah tergenang banjir di Desa Rowokele, Kecamatan Rowokele, Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (24/1/2012).
KEBUMEN - Sejumlah petani di Kecamatan Rowokele, di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang sawahnya tergenang banjir sejak tiga pekan terakhir memilih membiarkan air surut dengan sendirinya. Mereka tidak menguras sawah dengan mesin penyedot air karena biayanya mahal dan akan menambah ongkos produksi.

"Kami sengaja membiarkannya. Ini sudah lumayan surut, semoga hujan tidak turun deras, sehingga pekan depan saya sudah bisa menanam ulang," ujar Darjono (43), petani di Desa Rowokele, Kecamatan Rowokele, Selasa (24/1/2012).

Darjono menyatakan bisa menyewa mesin penyedot air untuk mempercepat air surut di sawah seluas 3.000 meter persegi. Namun, biaya sewa yang mahal membuatnya mengurungkan niatnya.

Menurut Tarmin (55), petani lain yang membiarkan sawahnya menggenang, biaya sewa mensin penyedot air mencapai Rp 25.000 per jam. Untuk menyedot air dari sawahnya membutuhkan waktu sedikitnya lima jam.

"Biaya produksi saya sudah melonjak jauh dari perkiraan awal. Belum lagi saya harus membeli benih baru untuk ditanam ulang. Sekarang biaya produksi sudah mencapai Rp 2,5 juta, yang biasanya hanya Rp 2 juta," ungkapnya.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Warta Kebumen : Nelayan Kebumen Panen Ikan

Gregorius Magnus Finesso/KOMPAS
KEBUMEN — Nelayan pantai selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dua pekan terakhir memanen ikan "gelo" yang dalam bahasa Jawa berarti kecewa. Hal itu terjadi menyusul sulitnya nelayan setempat mendapatkan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi akibat gelombang tinggi dan pengarus angin barat yang membuat ikan bermigrasi ke tengah samudra.

Kristoto (65), nelayan Pantai Ayah, Kebumen, Selasa (24/1/2012), mengaku, sejak dua pekan terakhir dia tidak pernah mendapat ikan seperti kakap, bawal, dan rajungan."Ikan-ikan ke tengah karena pengaruh angin barat. Sementara kami tidak punya kapal yang bisa menjangkau jarak lebih dari 10 mil," ujarnya.

Bukannya ikan yang layak dipasarkan yang didapat, justru ikan-ikan kecil sejenis ikan kacangan yang banyak menyangkut di jala nelayan. Menurut Kristoto, ikan tersebut dihargai sangat murah, hanya Rp 1.500 per kilogram!

"Makanya kami sebut ikan "gelo" karena hanya membuat nelayan kecewa. Sebab, dengan harga Rp 1.500 per kilogram, untuk menutup modal solar Rp 5.500 per liter saja tidak cukup, karena setiap menjala ikan kami butuh lima liter solar," keluh Tambleng (43), nelayan lain.

Menurut nelayan setempat, ikan tersebut tidak dijual, tapi dikonsumsi keluarga. Kebanyakan ikan tersebut dicampur untuk pakan ternak. 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Berita Kebumen : JLSS Kebumen-Wates Belum Layak Jadi Jalur Alternatif

Gregorius Magnus Finesso/KOMPAS
LSS Kebumen-Wates Belum Layak Jadi Jalur Alternatif
KEBUMEN - Kondisi jalan lintas selatan selatan (JLSS) yang menghubungkan Kabupaten Kebumen hingga Wates di Daerah Istimewa Yogyakarta belum layak dijadikan jalur alternatif. Dari jalan sepanjang sekitar 80 kilometer dari Kebumen hingga Wates, hampir 70 persen dalam kondisi rusak.

Pantauan Kompas, Selasa (24/1/2012) sejumlah titik jalan banyak yang berlubang dan bergelombang. JLSS di Kabupaten Kebumen yang memanjang dari Kecamatan Mirit dari arah Timur hingga Kecamatan Buayan biasanya digunakan sebagai jalur altematif menuju Yogjakarta.

Jalur tersebut digunakan untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Utamanya kemacetan pasar tumpah di Pasar Wonokriyo Gombong, perlintasan KA di Karanganyar, Kota Kebumen, dan perlintasan KA di Kutowinangun.

Kerusakan cukup parah terlihat di wilayah Kecamatan Ambal, sebagian di wilayah Kecamatan Mirit dan sebagian di wilayah Kecamatan Buluspesantren. Khusus di Kecamatan Mirit, jalur menyempit, sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Di sepanjang jalur tersebut, banyak dijumpai jalan yang berlubang. Meskipun lubangnya tidak terlalu dalam namun cukup lebar. Para pengguna jalan hams berjalan pelan-pelan untuk menghindari lubang. Belum terlihat ada upaya perbaikan dari dinas instansi terkait. Selain jalan rusak, jalur yang minim rambu dan penerangan tersebut rawan terjadi tindak kejahatan.

Terutama di wilayah Kecamatan Mirit dan Kecamatan Buluspesantren. Para pengguna jalan harus hati-hati. Apabila ada orang tidak kenal memberhentikan kendaraan, sebaiknya tidak perlu dihiraukan dan teruskan perjalanan.

Sesampainya di Purworejo, kerusakan jalan hampir merata di semua ruas jalan. Banyak jalan berlubang yang hanya ditambal dengan tanah. Itu pun atas inisiatif warga, bukan dari pemerintah.

JLSS umumnya menjadi jalur utama pengemudi travel, bus wisata, dan bus umum. Masih sedikit kendaraan pribadi yang berani melintasi jalur ini.

Wignyo (43) pedagang sate di Kecamatan Ambal, kondisi jalan yang rusak di JLSS tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun. Selama ini perbaikan hanya dilakukan tambal sulam jika mendekati arus mudik.

"Tidak jarang ada kecelakaan terutama malam hari, karena jalan berlubang jadi tidak terlihat akibat minim penerangan. Saya sarankan, kalau lewat JLSS sebaiknya siang hari saja, berbahaya kalau malam hari," ujarnya.

Kendati kondisinya parah, JLSS banyak dipilih pengemudi busa karena jarak tempuhnya juga lebih singkat ketimbang lewat jalur utama. "Lewat JLSS bisa lebih cepat 1 jam dibadingkan lewat Kebumen kota. jadi, walau rusak, ya tetap kami paksakan," ujar Nurudin (27), pengemudi bus trayek Cilacap-Yogyakarta.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  
Bisnis Online Paling Meunguntungkan
Aduh maaak, terima kasih Tuhan, terima kasih webmaster. Saya bisa kuliahkan anak dan membantu biaya berobat ibu saya yg sakit dengan dana ini. Setelah itu saya betul2 percaya bahwa program bisnis ini bener2 bekerja. Sejak itu saya mulai aktif mempromosikan bisnis ini ke siapa saja, lewat email, milis, sms, dll. Sekarang hasilnya sudah lebih dari 500 juta masuk ke rekening bank saya. Sekali lagi terima kasih webmaster program 5 milyar
. Klik Disini

Salam, Bambang Widjatmoko, Surabaya (Kesaksian)