Laman

JAMU SESAK NAFAS, ASMA SEMBUH PERMANEN

Kabar gembira, Bagi anda atau saudara/teman anda yang menderita sesak napas,asma, karena merokok atau sebab lain, kini tersedia obatnya, InsyaAllah sembuh, 90 % pasien kami sembuh total, minimal bebas kertegantungan obat. Bagi anda yang ingin mencoba (sample gratis), SMS nama dan alamat , kirim ke 081392593617. Klik Disni

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tampilkan postingan dengan label Nelayan Kebumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nelayan Kebumen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2012

Warta Kebumen : Nelayan Kebumen Panen Ikan

Gregorius Magnus Finesso/KOMPAS
KEBUMEN — Nelayan pantai selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dua pekan terakhir memanen ikan "gelo" yang dalam bahasa Jawa berarti kecewa. Hal itu terjadi menyusul sulitnya nelayan setempat mendapatkan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi akibat gelombang tinggi dan pengarus angin barat yang membuat ikan bermigrasi ke tengah samudra.

Kristoto (65), nelayan Pantai Ayah, Kebumen, Selasa (24/1/2012), mengaku, sejak dua pekan terakhir dia tidak pernah mendapat ikan seperti kakap, bawal, dan rajungan."Ikan-ikan ke tengah karena pengaruh angin barat. Sementara kami tidak punya kapal yang bisa menjangkau jarak lebih dari 10 mil," ujarnya.

Bukannya ikan yang layak dipasarkan yang didapat, justru ikan-ikan kecil sejenis ikan kacangan yang banyak menyangkut di jala nelayan. Menurut Kristoto, ikan tersebut dihargai sangat murah, hanya Rp 1.500 per kilogram!

"Makanya kami sebut ikan "gelo" karena hanya membuat nelayan kecewa. Sebab, dengan harga Rp 1.500 per kilogram, untuk menutup modal solar Rp 5.500 per liter saja tidak cukup, karena setiap menjala ikan kami butuh lima liter solar," keluh Tambleng (43), nelayan lain.

Menurut nelayan setempat, ikan tersebut tidak dijual, tapi dikonsumsi keluarga. Kebanyakan ikan tersebut dicampur untuk pakan ternak. 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Kabar Kebumen : Nelayan Kebumen Tagih Janji Pelabuhan Pendaratan Ikan

Gregorius Magnus Finesso/KOMPAS
Pantai Logending di Kecamatan Ayah yang rencananya akan menjadi lokasi pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan Kebumen
KEBUMEN - Nelayan pantai selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menagih janji pemerintah membangun pelabuhan pendaratan ikan di Pantai Ayah. Keberadaaan pelabuhan tersebut dapat mengoptimalkan potensi perikanan tangkap di kawasan tersebut.

Darsikun (45), nelayan Pantau Ayah (Logending) Kebumen, Selasa (24/1) mengaku, sudah mendengar rencana pembangunan pelabuhan (dermaga) pendaratan ikan tersebut sejak tiga tahun lalu.

"Sampai sekarang belum ada realisasinya. Kami sempat diajak rapat dengan pihak surveyor awal tahun lalu, tapi setelah itu belum ada tanda-tanda akan dimulai pembangunannya," ujarnya.

Menurut Darsikun, kendati memiliki empat tempat pelelangan ikan yang cukup besar, Kebumen hingga saat ini belum memiliki pelabuhan pendaratan ikan. Akibatnya, kapal-kapal besar di atas 30 Gross Ton bantuan Kementerian Kelautan dan Perikdanan tersebut tidak bisa sandar hingga ke pesisir.

Bejo (54), pengurus KUD Mino Pawurni Kebumen mengatakan, para nelayan anak buah kapal besar tersebut biasanya menggunakan perahu-perahu kecil untuk pergi dan pulang dari pantai.

Kepala Seksi Perizinan dan Bimbingan Usaha pada Bidang Kelautan Kabupaten Kebumen, Rosidi, mengatakan, saat ini, sudah ada 6 kapal berbobot mati 30-50 gross ton (GT) diberikan pada nelayan pantai Kebumen.

"Pemkab Kebumen memang berencana membangun pelabuhan perikanan di pantai Logending Kecamatan Ayah. Pemilihan lokasi ini karena pantai Logending berada di cekungan muara sungai, dan adanya semenanjung yang akan mengurangi dampak angin timur," kata Rosidi.

Hasil reevaluasi potensi sumberdaya ikan laut oleh Komisi Ilmiah Nasional Stock Assesment, angka sumberdaya ikan di Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah sebesar 221.862,7 ton per tahun. Namun karena alat tangkap ikan masih sangat sederhana, nelayan Kabupaten Kebumen baru bisa memanfaatkan sekitar 2.000 ton per tahun.

Pelabuhan di Pantai Logending digagas setelah rencana pembangunan pelabuhan di Pantai Pasir Kecamatan Ayah yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah, gagal dilanjutkan. Pasalnya, pantai Pasir dinilai tidak layak menurut hasil feasibility study (FS).

"Pelabuhan Logending akan teralisasi dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan. Saat ini, baru membuat studi kelayakan, serta detailed enginering design (DED) atau rancangan teknik secara rinci," ujar Rosidi. 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga :  

Minggu, 15 Januari 2012

Kabar Kebumen : Nelayan Kebumen Panen Raya Lopster dan Rajungan

PANEN RAJUNGAN: Nelayan melelang rajungan hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen, Minggu (15/1). (suaramerdeka.com/ Supriyanto)
KEBUMEN, suaramerdeka.com - Ombak besar dengan iringan angin barat tidak menyurutkan sebagian nelayan di Kecamatan Ayah, Kebumen untuk tetap melaut. Bagaimana tidak, saat inilah waktu para nelayan tengah dapat panen raya rajungan dan lopster.
Apalagi menjelang perayaan Imlek ini, harga kedua komoditas tersebut bisa melonjak tinggi. Harga rajungan misalnya, jika hari normal sebesar Rp 25.000/kg menjelang hari raya Imlek tembus Rp 30.000 hingga Rp 32.000/kg.
Begitu juga dengan lopster, juga mengalami peningkatan harga. Lopster dengan ukuran 2 ons harganya bisa mencapai Rp 370.000/kg. Sedangkan untuk lopster ukuran 5 ons bisa mencapai lebih dari Rp 700.000/kg. "Sekarang harga lopster dan rajungan memang naik," ujar Sutarman (45) nelayan di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah kepada suaramerdeka.com, Minggu (15/1).
Budi Triyono (43), nelayan lain menyampaikan, panen lopster menjelang Imleks ini cukup menguntungkan nelayan. Bagaimana tidak meski hasil tangkapan sedikit nilai produksinya tetap tinggi. "Ya tentu lebih baik daripada menangkap ikan layur yang harganya hanya Rp 17.000/kg," ujar Budi yang mengaku dalam sehari mampu meraup hasil tangkapan lebih dari Rp 1 juta.
Sementara itu, Karmini (43) dan Tarsiyah (40) pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Argopeni menyampaikan, setiap menjelang Imlek harga rajungan dan lopster meningkat. Setelah Imlek, harga akan kembali stabil. "Selain untuk luar daerah, pasokan untuk lokal Kebumen juga meningkat," ujar Tarsiyah.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen Saman mengakui, ombak besar yang disertai angin kencang cukup membahayakan bagi nelayan. Untuk itu, dia mewajibkan bagi para nelayan di Kebumen untuk memakai pelampung saat melaut.
Sumber : suaramerdeka 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca berita lain :
Bisnis Online Paling Meunguntungkan
Aduh maaak, terima kasih Tuhan, terima kasih webmaster. Saya bisa kuliahkan anak dan membantu biaya berobat ibu saya yg sakit dengan dana ini. Setelah itu saya betul2 percaya bahwa program bisnis ini bener2 bekerja. Sejak itu saya mulai aktif mempromosikan bisnis ini ke siapa saja, lewat email, milis, sms, dll. Sekarang hasilnya sudah lebih dari 500 juta masuk ke rekening bank saya. Sekali lagi terima kasih webmaster program 5 milyar
. Klik Disini

Salam, Bambang Widjatmoko, Surabaya (Kesaksian)